From 1000 goto 2000


Heboh rekaman video pemuda menelanjangi orang yang sedang pacaran

Sepasang kekasih yang sedang pacaran dipaksa telanjang. Mereka juga dimintai uang dan sang gadis diancam akan digilir.

Keterlaluannya lagi, aksi premanisme itu juga direkam dengan handycam. Rekaman tersebut pun disebarluaskan. Kini video beredar luas di kalangan masyarakat Pekan Baru.

Dalam video selama 30 menit itu, terlihat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang benar-benar bugil. Pakaian keduanya lantas dirampas oleh orang-orang yang merekamnya dengan handycam.

Selain memaksa, para pemuda itu juga mengancam si perempuan. Atau gini aja kau kami gilir aja.Hehehe…

Si gadis pun tampak ketakutan. Badannya terlihat gemetar. Namun itu tak membuat para pemuda kasihan. Mereka terus merekam si perempuan dari berbagai sudut.

“Ampun Om, saya jangan diperkosa,” kata perempuan berambut sebahu itu menangis. Dia bersimpuh di kaki salah satu pemuda yang merekamnya.

Si pemuda kemudian mengatakan, semua itu memang harus diterima pasangan yang tengah dimabuk asmara itu karena telah berbuat maksiat. Selesai.

Sumber :

1. http://korangua.wordpress.com/2008/11/15/heboh-rekaman-video-pemuda-menelanjangi-orang-yang-sedang-pacaran/

Iklan

Pacaran dalam Islam

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga’ ya? Bahaya ngga’ ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?

Memiliki rasa cinta adalah fitrah

Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya…… dahsyat man…… yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe’ akhirnya……. pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti’in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak …. dukun pun ikut bertindak.

Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’ terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul ‘udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak terpenuhi manusia ngga’ bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang) sampe’ terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa’ (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau’ (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.

Pacaran dalam perspektif islam

In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32)

Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do’i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So….kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Imam Bukhari Muslim).

Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31).

Dan juga sabda Nabi: “Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.”(HR. Thabrany).

Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga’ punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”
Wallahu A’lam bish-Showab

Oleh: Buletin Dakwah Remas RIHLAH SMU N I Sooko, edisi 6, 1421 H
Disalin dari Lembar Buletin Dakwah BINTANG (2)

Sumber :

1. http://www.alislam.or.id/artikel/arsip/00000028.html

2. http://dvallen.blogspot.com/


Pandangan Islam Tentang Pacaran

ISLAM kok PACARAN
oleh Aliman Syahrani

Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.

Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.

Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?

Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik !

Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : “Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah.” (HR Ahmad dan Abu Daud).

Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: “Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya.” Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: “Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati.”

Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba “berdalih” dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : “Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya.” Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi “dunia berpacaran” mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi “perahu pacaran” itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan “mencintai karena Allah” tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai “mencintai karena Allah ?” Jawabnya jelas tidak !

Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.

Sumber

1.  http://www.indomedia.com/bpost/012000/24/opini/resensi.htm

2.  http://dvallen.blogspot.com/


Anak Muda Pacaran, Hanya Lihat Sisi Senangnya Saja

SEMARANG, SABTU – Seorang psikolog dari Semarang menyatakan, rata-rata anak muda di Indonesia dalam berpacaran hanya melihat sisi kesenangannya saja, dan tidak melihat sisi lainnya.

“Di kalangan anak muda, rata-rata mereka berpacaran sering tidak melihat sisi lainnya, yang dilihat hanya kesenangan semata. Selain itu banyak anak muda ketika berpacaran sering termakan oleh kata cinta, padahal pacaran yang sehat itu tidak hanya berdasar pada cinta semata,”  kata dr. Hastaning Sakti, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Semarang, Sabtu.

Hasta, begitu panggilan akrabnya, mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Road Show Diponegoro Care Centre (DCC) di kampus Psikologi Undip. Pada kesempatan ini Ia juga mengeluhkan dalam berpacaran anak muda saat ini sering menjurus pada hubungan seks di luar nikah yang berakibat pada kehamilan yang tidak diinginkan.

Selain itu, ia menambahkan, sebaiknya anak muda harus melihat dampak buruknya akibat melakukan hubungan seks bebas, seperti terjangkit HIV/AIDS, kehamilan, keguguran, dan dampak psikologi lainnya. “Jadi, kalau menilai pacar jangan hanya dari sisi baiknya saja, harus dilihat  dari semua sisi, termasuk jangan melakukan hubungan hubungan seks di luar nikah,” katanya mengingatkan.

“Saat ini banyak sekali kasus aborsi karena hamil di luar nikah. Hal ini, disebabkan karena hubungan pacaran yang tidak sehat,” demikian Hasta. Road show yang diselenggarakan DCC ini juga mengangkat masalah kesehatan reproduksi serta kekerasan dalam pacaran.

Menurut Nuno, ketua panitia acara, kegiatan ini mengangkat masalah-masalah yang sering dihadapi oleh kalangan remaja seperti aborsi, kekerasan dalam pacaran, dan kehamilan yang tidak diinginkan, serta narkoba.

“Sebenarnya acara-acara sejenis sudah banyak diselenggarakan baik di sekolah, kampus, maupun masyarakat, tapi kami optimis acara ini akan berpengaruh besar bagi pesertanya karena dalam acara ini peserta diajak diskusi dan tukar pendapat,” katanya.

Acara DCC di Fakultas Psikologi ini adalah putaran pertama dari keseluruhan acara yang rencananya juga diadakan di semua fakultas di Universitas Diponegoro. “Kami rencananya akan menggelar road show di semua fakultas di Undip, untuk kegiatan di luar bulan-bulan kemarin kami sudah mengadakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Banten, dan Jawa Barat,” kata Nuno.

Sumber :

1. http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/29/22032486/anak.muda.pacaran.hanya.lihat.sisi.senangnya.saja


50 Gaya Pacaran Paling Romantis

Seperti apakah gaya pacaran yang romantis bagi Anda, yang bisa Anda tunjukkan kepada cewek atau cowok yang Anda cintai? Oh ya, kalo klom punya pacar gimana? Gampang! Gabung di Kombes.Com dapatkan pasangan yang cocok buat anda.

  1. Jalan bareng di pantai tengah malam (tapi jangan lupa bw jaket or sweater)
  2. Tulis puisi buat doi
  3. Pelukan, adalah obat mujarab buat doi
  4. Mandangin matahari terbenam atau terbit, barengan
  5. Saling berbisik
  6. Cium di kening, tatap mata doi sedalam-dalamnya, sedikit tersenyum, sambil bilang I Love You, Honey.
  7. Masak buat doi
  8. Jalan pas hujan
  9. Pegangan tangan
  10. Beliin kado atau hadiah surprise buat doi
  11. Hanya bunga yang bisa mengungkapkan segalanya
  12. Cari cologne/parfum/wangi2an yang doi suka dan pakai tiap kali jalan bareng doi
  13. Pas lagi rame, saling gandeng tangan
  14. Selipin pesan berisi Anda sayang dia, pas dia gak tahu
  15. Nyanyi bareng doi
  16. Selalu pegang doi di sekitar pinggang
  17. Bawa doi pergi makan bareng dan makan malam bedua
  18. Spaghetti? (petualangan yang seruu…)
  19. Pegang tangan doi, tatap mata doi, kiss tangan doi dan simpan di hati Anda
  20. Dansa bareng doi
  21. Bilang I love You, ngomongnya hanya pas Anda memang bener lagi ngerasain hal itu, dan pastikan doi tau bahwa Anda benar-benar menyayanginya
  22. Kasih doi kado yang beda di tiap ulang tahunnnya, misalnya bunga, permen, puisi, perhiasan, dompet, dan lain-lain. Sedikit boros, tapi demi yang tercinta?
  23. Ngomong ke doi bilang dia adalah satu-satunya orang yang Anda inginkan, dan jangan bo’ong.
  24. Habiskan tiap detik bareng doi
  25. Pandang mata doi
  26. Buat kegembiraan yang hanya Anda rasakan pas cuma berdua
  27. Saling mau berkorban
  28. Bener-bener saling menyayangi
  29. Enggak pernah ngelupain doi sedetik pun dan pastikan doi tahu hal itu
  30. Sayangi diri sendiri dulu sebelum menyayangi orang lain
  31. Pelajari bahasa lain buat ngomong hal yang manis
  32. Pas remang-remang angkat dagu doi, pandangin mata doi, bilang ke doi Anda sayang sama dia, lalu cium doi
  33. Lakukan hal yang manis, misalnya tulis I love you di kertas sampe doi bakal ngeliat cermin buat baca tulisan itu
  34. Minta ijin buat nelpon doi tiap 5 menit
  35. Pas Anda nggak sibuk, bikin sesuatu, tinggalin buat doi, dan cantumkan kata-kata sayang dari Anda buat doi
  36. Hubungi doi dari tempat kerja Anda buat ngomong bahwa Anda sedang mikirin doi
  37. Dengarkan apa yang doi bilang dan dukung doi
  38. Bilang ke doi rahasia atau masalah yang sedang Anda hadapi
  39. Kasih kesan yang baik ke orang tua doi
  40. Sisir rambut doi dari wajah doi
  41. Menggantungkan diri ke temen-temen doi
  42. Ke gereja atau ke masjid, asal bisa sembahyang bareng doi
  43. Bawa doi pergi nonton film yang romantis dan ingat-ingat bagian film yang doi suka
  44. Saling mempelajari dan jangan buat kesalahan yang sama 2 kali
  45. Kirimin lagu dari radio buat doi
  46. Telpon bareng doi sampai tidur
  47. Belain doi pas ada seseorang yang ngomong kasar ke doi
  48. Gak pernah lupa cium selamat malam, dan gak pernah lupa ngomong mimpi indah ke doi
  49. Ingat apa yang menjadi cita-cita Anda, lalu kasih tau doi tentang cita-cita Anda itu
  50. Beli cincin buat doi (hanya untuk cowok yang serius!)

sumber:

1. beritanet.com

2. http://www.resep.web.id/relationship/50-gaya-pacaran-paling-romantis.htm