From 1000 goto 2000



Pacaran dalam Islam

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga’ ya? Bahaya ngga’ ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?

Memiliki rasa cinta adalah fitrah

Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya…… dahsyat man…… yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe’ akhirnya……. pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti’in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak …. dukun pun ikut bertindak.

Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’ terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul ‘udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak terpenuhi manusia ngga’ bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang) sampe’ terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa’ (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau’ (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.

Pacaran dalam perspektif islam

In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32)

Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do’i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So….kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Imam Bukhari Muslim).

Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31).

Dan juga sabda Nabi: “Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.”(HR. Thabrany).

Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga’ punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”
Wallahu A’lam bish-Showab

Oleh: Buletin Dakwah Remas RIHLAH SMU N I Sooko, edisi 6, 1421 H
Disalin dari Lembar Buletin Dakwah BINTANG (2)

Sumber :

1. http://www.alislam.or.id/artikel/arsip/00000028.html

2. http://dvallen.blogspot.com/


Trackbacks & Pingbacks

Komentar

  1. * Nihaya says:

    PACARAN
    NGGAK YACH…???

    Ngomongin hal satu ini emang bikin penasaran. “ Seneng sama lawan jenis kan Fitrah. Masa sich nggak boleh ?”,Ehm…Siapa yang bilang nggak boleh? Tapi apakah sarananya harus pacaran?Baca Bareng Yuk…!!!
    EMOSI CINTA……
    Menurut para peneliti,yang dimuat Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, cinta adalah salah satu emosi yang ada pada manusia. Emosi cinta ini mengandung beberapa emosi lain seperti penerimaan,persahabatan,kepercayaan,kebaikan hati,rasa dekat,hormat,kasmaran dan kasih.
    Nah….dari emosi-emosi turunannya itu, jelas terlihat kalau perwujudan cinta lebih luas sifatnya, bukan sekedar kasmaran saja. persahabatan,penerimaan,kebaikan hati dsb bisa kita ekspresikan tanpa harus pacaran. “ Tapi kita ‘kan butuh cewe “???
    Iya, kita juga butuh,hehehe. Lantas,apakah karena butuh terus kita jadi menerobos batas yang telah diatur Allah untuk menjaga kita.

    WAJAR AJACH……
    Yap, wajar ajach kalau kita seneng dengan lawan jenis. Fitrah,betul itu!! Tapi fitrah bukan bearti harus dituruti sehingga tak terkontrol. Kita harus tetap menjaga fitrah agar tetap murni dan tak terkotori dengan nafsu sesaat. Cinta itu sendiri terbagi menjadi dua: Cinta yang syar’i dan cinta yang tidak syar’i. Cinta yang syar’i dasarnya adalah iman. Buka dech QS.3 : 15, 52 : 21 dan 3 : 170. Sedangkan cinta yang tidak syar’i dasarnya adalah syahwat. Untuk yang silakan antum buka QS.3:14.80:34 – 37 dan 43 :67.
    Kalau di stiker – stiker kamu sering baca Cinta Allah,Rasul dan jihad Fi Sabilillah,itu bener adanya. Urutan itulah yang utama. Allah membenarkan cinta yang sifatnya Shahwati seperti di QS.3 :14 ( Wanita / Pria,anak,harta dsb ) sebab kecintaan yang sifatnya shahwati ini adalah tabi’at manusia. Nah,kecintaan inilah yang perlu dikendalikan. Gimana cara mengendalikannya ?

    JAGALAH HATI……..
    Ingat kisah fatimah ra, putri rasulullah SAW. Setelah menikah dengan Ali bin abi thalib ra, Fatimah mengaku pernah menyukai seorang laki – laki ketika ditanya Ali, siapa laki- laki itu, Fatimah menjawab lelaki itu adalah sebenarnya engkau ya ali, ( ehem…ehem..) kaget ali. ( kirain siapa ) ternyata ali nggak tau bahwa dihati fatimah sebenarnya ia suka sama ali sejak dahulu. Bisa ditarik kesimpulan, sebenarnya sudah ada bibit cinta pada diri fatimah terhadap ali, tapi toh beliau nggak lantas jadi kasmaran dan mengekspresikan cintanya dengan “ suka – suka gue “.Beliau simpan rasa itu, menata dengan rapi dan mengekspresikan saat memang sudah halal untuk diekspresikan, yaitu saat telah menikah…(cie…cie…romantis buanget yach..) aduh kayanya jauh buanget yach…? Nggak juga kok,karena itulah kwendalinya.Kalau belum siap menikah ? Ya,jangan main api,lebih baik main air saja biar sejuk,Gimana ‘main airnya?

     Jaga pergaulan, Bukan bearti nggak boleh gaul sama cowok atau cewe,tapi jaga pandangan ( bukan bearti nunduk terus )
     Kalo menyukai lawan jenis cukup pada tahap simpati,jaga hati,kalau nggak tahan jauhi diri dari orang yang kita sukai. buanyak – buanyak puasa deh…
     Buanyak ikut kegiatan buat ngalihin diri,kurangi interaksi yang kurang jelas dengan lawan jenis eit, tapi ingat,disetiap tempat kita pasti bertemu dengan lawan jenis, jadi solusi utama memang menjaga diri.
     Buanyakin teman (yang sejenis lho..) dan cobolah untuk terbuka dengan teman itu. jadi kamu nggak merasa kesepian. Cuma akal – akalan si setan kok kalo kamu punya teman lawan jenis lebih enak daripada sejenis.. ngibul kali ya si setan.
     Masih nggak kuat dan tetap ingin pacaran? ya silakan ajach dech..tapi tanggung resikonya ( kamu kan udah baligh ) harap diketahui, api neraka itu panas,meski dimusim hujan,Dosa besar itu awalnya dari kumpulan dosa kecil. dan kita sudah ngingetin…nah lho…!!!

    Sekarang semua tergantung pada kita, ingat lho…orang yang memang bebar-benar sayang tidak akan menjerumuskan kita ke jurang api nerakam tul ga?

    | Balas Ditulis 7 years, 9 months ago


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: