From 1000 goto 2000



Butuh Apa Agar Karier Meroket?

Tak perlu iri melihat rekan seangkatan sudah duduk di posisi eksekutif. Asal tahu triknya, Anda juga bisa kok meraih jenjang karier yang diidamkan.

Jangan hanya bersikap pasif menunggu datangnya promosi. Setiap orang seharusnya memiliki target jangka panjang dalam peta kariernya dan aktif mengasah kemampuan agar siap menerima tanggung jawab lebih. Untuk meraihnya, Anda tidak bisa hanya terpaku mengerjakan tugas-tugas rutin di kantor.

Untuk menduduki posisi eksekutif, menurut Linawaty Mustopoh, dari lembaga konsultan Experd, ada dua skill yang perlu dimiliki. Pertama adalah keterampilan yang berkaitan dengan teknik pekerjaan (hard skill).Hard skill biasanya diperoleh di bangku sekolah,” ujarnya.

Yang termasuk dalam hard skill di antaranya adalah pengetahuan dan keterampilan sesuai profesi yang dijalani. Misalnya bila Anda seorang pengacara, tentu Anda harus tahu tentang peraturan, perundangan, serta sertifikasi yang berhubungan dengan profesi. Dengan menguasai skill ini, Anda akan lebih mudah melakukan tugas yang bersifat teknis.

Keterampilan lainnya adalah menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ini mutlak diperlukan untuk mendukung karir ke depan. Tidak kalah penting adalah menguasi teknologi. “Tidak sebatas penguasaan program-program komputer tapi teknologi lain yang menunjang karir Anda,” papar Lina.

Kenyataannya, langkah karier tidak selalu berjalan sesuai hirarki. Meski Anda sudah lama menduduki jabatan asisten manajer, hanya segelintir orang saja yang berhasil meniti karier hingga level top management. Lalu apa yang membedakan mereka yang berhasil dan yang tidak? “Nah, di sinilah diperlukan soft skill atau dikenal juga dengan emotional intelligence,” kata Lina.

Menurut Lina, keberhasilan pada akhirnya tidak semata ditentukan oleh kepintaran saja. “Makin tinggi posisi kita, makin dituntut keterampilan dalam berhubungan dan mengelola orang lain,” ujarnya. Dengan kata lain, makin tinggi posisi, makin dibutuhkan soft skill seseorang.

Soft skill yang diperlukan untuk mendukung performa seorang penentu masa depan perusahaan di antaranya adalah keterampilan komunikasi agar bisa menyampaikan atau menjual ide kepada pihak lain (klien, rekan kerja, anak buah, dan atasan). Anda juga harus memiliki kemampuan presentasi, negosiasi, mampu bekerja sama, memiliki kepemimpinan, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mampu membina hubungan dengan orang lain, kemampuan mengembangkan anak buah, serta punya sifat pelayanan pada pelanggan.

“Bila ada dua orang yang memiliki hard skill yang sama, maka yang akan sukses di masa depan adalah yang memiliki soft skill lebih baik,” kata Lina. Bila kita membekali diri dengan soft skill, peluang karier, bahkan di posisi lebih tinggi pun terbuka luas. Menurut penuturan Lina, hal ini terutama karena makin tinggi posisi seseorang, makin banyak pula ia berhubungan dengan manusia, yang notabene permasalahannya tidak hanya cukup diselesaikan dengan angka atau fakta.

Jadi, jangan mau karier cuma jalan di tempat. Mantapkan langkah dengan membekali diri dengan dua skill penting itu sejak sekarang.
Lusia Kus Anna

Sumber :

1. http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/10/16303689/butuh.apa.agar.karier.meroket


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: