From 1000 goto 2000



Online Social Networking sebagai Salah Satu Media Kampanye 2009

Tahun 2009 segera tiba. Bagi Indonesia, tahun 2009 akan menjadi tahun yang penuh dengan agenda, khususnya agenda demokrasi. Setidaknya akan ada dua agenda besar pada tahun 2009, yaitu Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden-Wakil Presiden. Untuk Pemilu Legislatif sendiri, KPU sudah memutuskan bahwa waktu untuk melakukan kampanye Parpol sudah dimulai pada bulan Juli 2008 ini. Agenda-agenda seperti ini tak pelak akan membuat setiap partai politik dan Capres-Cawapres untuk melakukan kampanye dengan berbagai cara, tentunya dengan cara yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dalam melakukan kampanye, mereka akan membutuhkan media. Media kampanye bisa bermacam-macam, mulai dari yang berjenis konvensional seperti dialog, arak-arakan di jalan, selebaran, stiker, buletin, dll, hingga yang memanfaatkan teknologi seperti memanfaatkan internet. Mengaca pada model kampanye yang dilakukan oleh Capres AS, Barack Obama, media internet akan menjadi media kampanye yang diperhitungkan. Apalagi sejalan dengan agenda Pemerintah RI, dalam hal ini Depkominfo, untuk menghubungkan setiap rumah dengan akses internet. Ditambah lagi dengan agenda untuk menurunkan biaya akses internet di Indonesia. Hal tersebut merupakan prospek besar untuk setiap Parpol dan Capres.

Follow up:

Di internet, perkembangan hari ini sudah mencapai pada Web 2.0, bahkan Web 3.0. Tapi saat ini baru Web 2.0 yang sudah implementatif. Dalam situs MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia) telah dikatakan bahwa Internet dan Web 2.0 diramalkan akan menjadi penentu kunci kemenangan Pemilu 2009. Dengan demikian, Parpol dan Capres di Indonesia sudah selayaknya memanfaatkan internet sebagai salah satu media kampanye.

Kembali kepada teknologi Web 2.0. Salah satu akibat dari perkembangan teknologi Web 2.0 adalah munculnya berbagai situs Online Social Networking (OSN). OSN atau juga disebut sebagai Social Network Service adalah sejenis perangkat lunak berbasis web yang memungkinkan pengguna internet saling berhubungan satu sama lain. Dengan OSN ini akan terbentuk komunitas-komunitas maya, bisa berdasarkan hobi tertentu, buku bacaan tertentu, wilayah domisili, agama, parpol pilihan, tokoh idola, dsb. Dengan OSN para pengguna bisa saling berbagi informasi dengan bentuk tulisan, gambar, suara (musik), bahkan video. OSN dan Web 2.0 juga memungkinkan keterhubungan antara profil mereka di OSN dengan Blog yang sudah dimiliki oleh pengguna internet. Beberapa contoh OSN antara lain Friendster.com, Facebook.com, Multiply.com, Orkut.com, Myspace.com, Hi5.com, dll. Dalam tulisan ini saya mencoba menelaah OSN mana yang paling cocok untuk dijadikan media kampanye online bagi Parpol dan Capres di Indonesia.

Berdasarkan Google Trends

Saya mencoba melihat OSN berdasarkan Google Trends (www.google.com/trends). Dalam hal ini saya hanya mencoba 5 OSN – karena keterbatasan Google Trends – yaitu Friendster.com, Facebook.com, Multiply.com, Orkut.com, dan Myspace.com. Dengan menggunakan kata kunci “Friendster, Facebook, Multiply, Orkut, Myspace” (tanpa tanda kutip ganda), saya mendapatkan grafik perkembangan tren kelima OSN tersebut di Google. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Secara keseluruhan, Facebook merupakan OSN yang paling menanjak tajam perkembangan tren nya, menohok Myspace yang sudah lebih dahulu tren sejak 2 tahun lalu. Tren kedua adalah Myspace. Tren ketiga dan seterusnya adalah Orkut, Friendster, dan Multiply. Yang tiga terakhir disebut, trennya jauh di bawah Facebook dan Myspace.

Tapi tren di atas adalah tren secara keseluruhan, maksudnya tren di dunia. Tren di dunia belum tentu tren di Indonesia. Oleh karena itu saya coba lihat lagi mana yang paling tren di Indonesia.

Tren di Indonesia

Jika dilihat dari lingkup Indonesia, urutan trennya adalah sebagai berikut:

Friendster menempati urutan pertama, jauh meninggalkan OSN lainnya. Multiply menempati urutan kedua. Sedangkan Facebook, Orkut, dan Myspace urutan di bawah. Yang menarik adalah Friendster yang betul-betul tren di Indonesia sejak 2004. Saya sendiri menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa Friendster memang sudah “mendarah daging” di Indonesia. Di sebuah galeri internet yang dikunjungi pelajar SMP, bisa dikatakan semuanya membuka Friendster sebagai situs yang dikunjunginya. Melihat fenomena ini, pemilik Friendster sampai menyediakan Friendster berbahasa Indonesia. Berdasarkan Google Trends, Friendster banyak dikunjungi dari Jakarta, Sumatera Utara, Yogyakarta, Jateng, Jatim, dan Jabar.

Sedangkan Multiply mulai tren di Indonesia sejak 2007, tapi diawal 2008 mengalami penurunan. Multiply banyak dikunjungi dari Jakarta, Sumatera Utara, Yogyakarta, Jatim, Jabar, dan Bali. Facebook, Orkut, dan Myspace masih belum dapat perhatian dominan dari warga cyber di Indonesia. Ketiganya bisa dibilang masih sama-sama di bawah arus.

Di atas adalah tren dari pengguna internet. Namun jika dilihat dari tren pemberitaan, yang juga ada di Google Trends, Facebook dan Myspace merupakan 2 OSN yang paling banyak diberitakan media massa online. Media massa Online tentu menjadi bahan pertimbangan penting bagi Parpol dan Capres, karena pemberitaan di Media Massa Online juga bisa membuat tren baru.

Kesimpulan

Berdasarkan analisa sederhana di atas, saya coba simpulkan sebagai berikut:

1. Friendster masih merupakan OSN yang paling cocok untuk media kampanye di Indonesia jika dilihat dari tren.

2. Multiply menempati urutan kedua sebagai salah satu OSN yang patut diperhitungkan untuk sarana kampanye.

3. Facebook dan Myspace patut diperhitungkan, karena banyak diberitakan oleh media massa online ketimbang Friendster dan Multiply. Dan khusus untuk Facebook, jika berdasarkan tren tingkat internasional, Facebook layak diperhitungkan karena trennya mengalami peningkatan tajam, apalagi semenjak kampanye Capres Obama di Facebook.

4. Orkut masih belum bisa diharapkan sebagai salah satu media kampanye di Indonesia untuk sementara ini.

Saran

Ini baru sekedar analisa sederhana, hanya berdasarkan satu tools, yaitu Google Trends. Selain tren, barangkali perlu juga dilihat fungsionalitas dari OSN-OSN yang ada. Misalnya Multiply yang mungkin cocok untuk yang suka menulis dan membaca. Friendster yang mungkin cocok untuk yang sekedar mencari teman atau dukungan. Dan lain-lain. Untuk hal ini saya persilahkan yang lain menganalisanya.

Hambatan

Penggunaan OSN di atas bukan tanpa hambatan. Hambatan utama dalam hal ini adalah keterbatasan bandwidth dan masih relatif lambatnya akses internet di Indonesia. Situs-situs OSN tersebut adalah situs-situs yang cukup memakan banyak bandwidth karena jenis media yang digunakan beraneka ragam seperti video, musik, dan gambar. Selain itu semua OSN di atas secara fisik berlokasi di luar negeri, ini menambah kendala dalam hal bandwidth. Sebenarnya ada OSN dari dalam negeri namun belum begitu terkenal, antara lain temanster.com dan fupei.com. Bahkan ketika tulisan ini dipublikasikan, temanster.com tidak bisa dibuka karena sedang dalam maintenance.

Anda Pengurus Parpol atau Capres? Silakan pilih salah satu OSN di atas.

Sumber  :

1. http://www.hdn.or.id/index.php/artikel/2008/online-social-networking-sebagai-salah-s-2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: