From 1000 goto 2000



65 Persen Karyawan Pengguna Social Networking, Jauh Lebih Efisien

Banyak pandangan dari segi bisnis dan pengusaha yang melihat social networking atau jejaring social sebagai hal yang tidak lebih dari pengrusakan mental karyawan. Namun, berbeda halnya dengan survey yang dilakukan oleh peneliti dari AT&T, bahwa karyawan yang menggunakan tool jejaring social di workplace atau di jam kerja, sangat efisien.

update by resep.web.id
OpenSocial kayaknya makin menarik yah..
Sayang Trafiknya kesedot ke Luar negeri semua..Kita Untung Bangsa gak Untung! Oh ya apa perlu kita-kita bikin kampanye Cintailah Website Dalam Negeri! Seperti sebelumnya kita kampanyekan Cintailah Produk Dalam Negeri? Website social network lokal juga unjuk gigi: http://www.kombes.com

Bagaimana dengan kombes.com? Pasti! Karena fungsinya sama, kombes.com juga bisa meningkatkan produktivitas kerja. Efeknya mungkin bisa lebih dibanding facebook, khusus untuk orang-orang indonesia!

Survei tesebut dilakukan terhadap 2,500 karyawan yang ada di lima negara Eropa, dengan hasil 65 persen menunjukkan bahwa karyawan yang menggunakan jejaring social telah membuat pekerjaan mereka menjadi lebih efisien. Sedangkan 46 persen atau hampir separuh responden menyatakan bahwa mereka lebih lancar dalam mengeluarkan ide-ide baru dan kreativitas personal.

AT&T menyatakan mereka percaya terhadap keuntungan yang diperoleh dari penggunaan jejaring social dan komunitas online di tempat kerja, setelah adanya survey tersebut. Keyakinan ini didasari atas alasan bahwa situs jejaring social dan komunitas online merupakan source knowledge yang bagus dan bisa menyediakan jawaban atas berbagai masalah. Survei tersebut juga mengumpulkan knowledge dari karyawan, pelanggan dan supplier mengenai adanya jejaring social di tempat kerja, termasuk dalam membangun team dan kolaborasi internal yang lebih baik.

Namun, hasil survey menyatakan bahwa jejaring social menguntungkan, tapi bukan tanpa masalah. Setengah dari responden mengatakan bahwa jejaring social dapat merusak kinerja karyawan, dan 45 persen sisanya mengekspresikan tidak mengetahui informasi mengenai dampak jejaring social lebih jauh.

Martin Silman, director executive dari AT&T menyatakan bahwa perubahan lingkungan kerja lebih ke sociological dibandingkan ke technological. Perusahaan yang mencanangkan kolaborasi situs di tempat kerja sekitar 39 persen perusahaan, diikuti oleh penggunaan forum internal sebesar 20 persen, dan 16 persen perusahaan yang menggunakan material video corporate. Sementara jejaring social online menempati peringkat keempat, mengalahkan kolaborasi situs di Internet dan situs blogging.

“Penelitian tersebut membuktikan dengan jelas bahwa pengguna bisnis senang menggunakan teknologi Web 2.0 untuk menyatukan kolaborasi, menambah produktivitas karyawan, dan membuat bisnis yang efisien. Namun, perlu dipikirkan juga mengenai implikasi dari strategi jaringan internal perusahaan dan equipment yang dibutuhkan untuk memperlancar jejaring social.” kata Silman.

sumber:

1. beritanet.com

2. http://www.resep.web.id/career/65-persen-karyawan-pengguna-social-networking-jauh-lebih-efisien.htm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: